Langkah merintis usaha peternakan lebah
- argopurwadananto
- 28 Nov 2020
- 2 menit membaca
Diperbarui: 29 Nov 2020
Usaha lebah adalah bisnis yang masih menjanjikan dan tetap akan menjanjikan sampai kapanpun. Apasih sebabnya? Tentu karena khasiat dari madu itu sendiri yang menyehatkan. Tentu menyehatkan apabila yang dikonsumsi madu asli ya dan tentunya dengan takaran yang pas tidak kurang dan tidak lebih. Lalu bagaimana dengan perkembangan industri lebah di Indonesia? Sejak dahulu sampai sekarang tahun 2020, kebutuhan industri maupun konsumsi rumah tangga tetap kekurangan stok madu dan perlu impor. Lalu apa yang dapat dilakukan sobat sekalian? Sudah tentu dapat merintis usaha peternakan lebah. Lalu bagaimana caranya? Segera saja simak langkah berikut
Yang paling pertama dan utama pakan disekitar
Sobat semua jangan lupa melakukan survey atau melihat keadaan sekitar tempat calon usaha. Lebah sebagaimana mahluk hidup lainnya memerlukan pakan dan kondisi tempat yang baik untuk dapat berkembang. Sebagai pengusaha jangan cuma mau manisnya uang dan manisnya madu dong ya, tapi perlu memperhatikan kesejahteraan pegawai. Lebah adalah karyawan yang tidak banyak protes dan demo tapi jika ditempatkan di lingkungan yang tidak memadai akan mati atau pindah koloni. Perlu sobat semua ketahui, dilingkungan untuk penempatan koloni lebah perlu tersedia 3 hal yang adalah NEKTAR POLLEN dan RESIN untuk lebah trigona atau klanceng atau stingless bee, dan untuk lebah apis atau lebah sengat perlu NEKTAR POLLEN RESIN dan AIR bersih. Pastikan ada tanaman yang dapat menyediakan hal diatas agar lebah sobat tidak kekurangan pakan.
Yang kedua masih terkait lingkungan
Sobat semua perlu melihat keadaan vegetasi dilingkungan sekitar. Pastikan lebah sobat beelover tidak mati karena tanaman disekitar disemprot dengan insektisida dan bahan kimia lain. Bahan kimia pertanian yang digunakan kepada tanaman dapat mencemari nektar pollen dan resin sehingga kandungan madu yang dihasilkan dapat terpengaruh juga. Tentu maunya kita membuat madu yang menyehatkan bukan? Kecuali sobat sekalian mau berbisnis dengan tidak baik tentu ada cara-cara tersendiri hehehe
Yang ketiga terkait jenis lebah
Sobat semua perlu memilih jenis lebah sesuai potensi lingkungan yang tersedia. Setiap jenis lebah memiliki keunikan dan fiturnya. Untuk jenis jenis lebah yang umum dibudidayakan akan kita bahas di posting selanjutnya.
Yang keempat adalah perawatan dan pengecekan
Lebah memang tidak perlu diberi pakan karena akan mencari pakan sendiri tapi bukan berarti boleh ditinggal rebahan terus tanpa dipantau ya sobat semua. Pengecekan lebih kepada tindakan pencegahan agar lebah koloni lebah tidak diganggu oleh predator dan pesaing. Beberapa predator dan pesaing bagi peternak lebah adalah cicak kadal katak dan hewan pemakan serangga lain, lebah pencuri madu, BSF atau black soldier fly, kepik dan masih ada serangga lain namun akan kita bahas lengkapnya di posting selanjutnya.
Yang kelima adalah analisis SWOT dan Business Plan atau Perencanaan Bisnis yang matang.
Sobat calon pebisnis sekalian dapat menemukan banyak hal terkait SWOT dan Business Plan lewat mbah google, jadi jangan malas membaca ya.. Mau usaha mau bisnis mau hasil instan tapi malas membaca? Yaa bisa, syaratnya harus jadi orang kaya dulu hehehe

Komentar